Thursday, January 5, 2012
Antara Benci dan Ketakutan
Aku terus mencoba untuk melakukannya, merasakan apa yang tak ingin kurasakan. Kadang aku juga ingin menjawabnya. Tapi apa daya? Gelisah selalu mengintai di perasaan.Terhentak sendiri... Dalam masalah yang terus datang silih berganti. Akhir pertanyaan melawan semua teka teki yang harusnya sudah kulewatkan.
Satu kata
Satu kata yang mungkin tergantung di semua ruang hatiku. Satu kata yang selalu terngiang dalam kepingan harapan. Tapi kata-kata itu belum kuungkapkan. Karena dunia pun tahu bahwa aku tak pantas mencium bibirnya..
Sebelum semuanya berakhir
Meski semua tak akan kembali dengan seutuhnya dan meski akhir yang pahit selalu datang kehadapanku, aku akan tetap melakukan yang terbaik. Sesuatu yang indah akan datang belakangan. Dan sesuatu yang akan membekas lama meski tak bisa dilihat. Dan sebelum khayalan ini berakhir..
Ketidak mampuan
Sebelum khayalan berlalu telah ada kisah di dalamnya, kenyataan yang menghilang menyapa ketika semuanya pudar, pudar menahan ke gundahan gelap setiap malam, pandangan mata tak bergerak menatap ke satu arah menanyakan kepada tubuh bahwa ia tak mampu melakukan setia ketidak berdayaan, sunggung mampu, sungguh tak mampu, kekuatan tebatas tak bisa membatasi.
Hitam bercahaya
Pertanyaan Diri
Terlalu santai... Mungkin untuk kesekian kalinya aku berharap demi nafsu dan keinginan. Demi semua apa yang harus kupertahankan. Aku selalu bertanya dengan apa yang kurasa. Apakah aku akan tetap seperti ini. Yang kurasakan selalu kepedihan dan ketidakpuasan...
Tatapan
Suasana Hati
Perbandingan?
Di tengah keramaian orang yang membisikkan semua, semua yang tak akan pernah kupikirkan disini, ditempat ini. Yang baik maupun yang buruksemuanya telah keluar dan hingga aku ingin meluapkan semua yang ada dipikiranku
Gunung Merapi
Subscribe to:
Comments (Atom)









